barusan dari liputan show my chemical romance
ditinggal di blok M sama photograper, jadi harus naik angkutan umum
lalu jalan dipinggir kuburan, sebelum sampai tujuan akhir
huuuhhh
berkeringat deh....
Thursday, January 31, 2008
Tuesday, December 18, 2007
potongan rembulan
separo bulan untukmu dan sisanya untukku
kita simpan
agar di kelak masa depan
saat kita saling menghampiri
kukenali wajahmu dan kau masih ingat rupaku
untuk dwie,
dibuat 1 desember 07
kita simpan
agar di kelak masa depan
saat kita saling menghampiri
kukenali wajahmu dan kau masih ingat rupaku
untuk dwie,
dibuat 1 desember 07
Saturday, June 16, 2007
silap hati
menjadi bagian dari hati adalah harapan
tapi bila hati itu jadi berliku
adalah kehampaan
salah kaprah
dan menjadi batu keabadian
lalu apa yang tersisa....
sebuah kebencian
jakarta, 16 juni 2007
01:45 wib
tapi bila hati itu jadi berliku
adalah kehampaan
salah kaprah
dan menjadi batu keabadian
lalu apa yang tersisa....
sebuah kebencian
jakarta, 16 juni 2007
01:45 wib
Thursday, March 08, 2007
shinta
saat bertemu dirimu aku ingin menjadi Rahwana
menculikmu dari ranjang taman sari
dan kubawa terbang ke Alengka
lalu kubangun istana megah
tempat kukagumi mu setiap waktu
saat mengenalmu aku ingin menjadi Rama
melindungimu dari marabahaya
membebaskan dari godaan para raksasa
mensakralkan dalam doa-doa
karena kau adalah ibunda dari kesucian
kesetiaan dan keindahan
tapi aku tak ingin menjadi Rahwana atau pun Rama
aku hanya ingin mengenangmu dalam kesederhanaan
memberikan apa yang ku punya
menjadikan dirimu mawar mekar di sudut hati
agar selalu mengalir dalam nadi
membersihkan darah dari dosa dunia
jakarta, 8 maret 2007
menculikmu dari ranjang taman sari
dan kubawa terbang ke Alengka
lalu kubangun istana megah
tempat kukagumi mu setiap waktu
saat mengenalmu aku ingin menjadi Rama
melindungimu dari marabahaya
membebaskan dari godaan para raksasa
mensakralkan dalam doa-doa
karena kau adalah ibunda dari kesucian
kesetiaan dan keindahan
tapi aku tak ingin menjadi Rahwana atau pun Rama
aku hanya ingin mengenangmu dalam kesederhanaan
memberikan apa yang ku punya
menjadikan dirimu mawar mekar di sudut hati
agar selalu mengalir dalam nadi
membersihkan darah dari dosa dunia
jakarta, 8 maret 2007
Friday, January 12, 2007
Thursday, January 04, 2007
sejak aku di sini
aku dibelai ombak
ketika air menggenang darah
air mata penyambung hidup
aku disongsong angin
saat menuai bisikan dunia
gairah sejuta hasrat
bahkan Tuhan
keabadian telah menjadi ruang-ruang
dalam sejarah roda yang berulang
rapuh, kuyu, dan menelekung
untaian harap religi
dimana lagi kan kutemui
jakarta, 04 januari 2007
setengah 9 malam
ketika air menggenang darah
air mata penyambung hidup
aku disongsong angin
saat menuai bisikan dunia
gairah sejuta hasrat
bahkan Tuhan
keabadian telah menjadi ruang-ruang
dalam sejarah roda yang berulang
rapuh, kuyu, dan menelekung
untaian harap religi
dimana lagi kan kutemui
jakarta, 04 januari 2007
setengah 9 malam
Monday, October 30, 2006
dunia yang terbagi
Link
saat ini aku lagi di pinggir
sebuah persimpangan jalan
aku mau membelok ke kanan
tapi koq masih pengen terus
jalan terus itu tak ada lampu
sedangkan yang belok kanan ada
kakiku kaku
alamku terbagi
aku nyeri
di kepala
di jantung
di telapak tangan
tapi belum mau mati
aku...
ingin merayumu
aku...
pergi
aku...
tak tahu
hmmmmm
duniaku terbagi
solo, 30 oktober 2006
::msw::
Monday, August 28, 2006
stop press!!
aku tak mampu menulis apa yang kurasakan
ada dua rasa yang berperang
cukup sudah
aku tak mampu menuangkan
kali ini aku kosong
aku tak mau mengungkapkan kecengengan
tapi kadang aku terseret juga
sudah
sudah
berhenti.
-----kenangan 23/24 agustus 2006------
ada dua rasa yang berperang
cukup sudah
aku tak mampu menuangkan
kali ini aku kosong
aku tak mau mengungkapkan kecengengan
tapi kadang aku terseret juga
sudah
sudah
berhenti.
-----kenangan 23/24 agustus 2006------
Monday, August 07, 2006
menggantung jawaban
mengapa harus ada jawaban abu-abu atas sebuah pertanyaan
mengapa tidak dijawab YA atau TIDAK
mengapa jawaban itu hanya diam
bila kita tak suka, mengapa tidak katakan TIDAK
bila kita setuju, harusnya diisi jawaban YA
senyap hanya akan menambah persoalan
membuat keraguan dan bermacam dugaan
memantik untaian pertanyaan baru
cobalah kita belajar untuk mengatakan yang sesungguhnya
berusaha mengungkap kebenaran tanpa menyakiti perasaan
yogya, 7 Agustus 2006
ketika jarum pendek menunjuk angka 10
dan jarum panjang menunjuk angka 1
diiringi suara jangkrik
disinari kelap-kelip kunang-kunang
:: MSW ::
mengapa tidak dijawab YA atau TIDAK
mengapa jawaban itu hanya diam
bila kita tak suka, mengapa tidak katakan TIDAK
bila kita setuju, harusnya diisi jawaban YA
senyap hanya akan menambah persoalan
membuat keraguan dan bermacam dugaan
memantik untaian pertanyaan baru
cobalah kita belajar untuk mengatakan yang sesungguhnya
berusaha mengungkap kebenaran tanpa menyakiti perasaan
yogya, 7 Agustus 2006
ketika jarum pendek menunjuk angka 10
dan jarum panjang menunjuk angka 1
diiringi suara jangkrik
disinari kelap-kelip kunang-kunang
:: MSW ::
Friday, August 04, 2006
yakin itu
telah kutetapkan bahwa ini adalah arahku
bila ada yang tak setuju
jangan kau beri pikiran baru
biarkanlah
karena memang itu kan jadi bebanku
saat aku tak bertemu
apa yang ada di ujung arah itu
aku tak kan ragu, sekali lagi
tak kan ragu!
untuk menuju arahku
tanpa membuat kelok baru
yogya, 4 agustus 2006
16:04
MSW
bila ada yang tak setuju
jangan kau beri pikiran baru
biarkanlah
karena memang itu kan jadi bebanku
saat aku tak bertemu
apa yang ada di ujung arah itu
aku tak kan ragu, sekali lagi
tak kan ragu!
untuk menuju arahku
tanpa membuat kelok baru
yogya, 4 agustus 2006
16:04
MSW
Wednesday, August 02, 2006
oh alida
alida.....
aku merindumu seperti pasir pantai menunggu ombak
bila kau hembuskan derai manja di huruf-huruf pesanmu
sesaat jiwa membuncah, membiru bagai langit tanpa awan
alida....
sudilah menungguiku sejenak
untuk bertemu di kawat-kawat berpilin
yang membuat jarak seperti kertas tipis
alida....
mengapa selalu kau tinggalkan aku
saat aku ingin mengenangmu
untuk berbincang sejenak tentang langit, batu, gunung, dan ilalang
alida....
alida....
kapan lagi kita bertemu?
MSW
yogya, 2 Agustus 2006
19:42
sajak kerinduan seorang sahabat
aku merindumu seperti pasir pantai menunggu ombak
bila kau hembuskan derai manja di huruf-huruf pesanmu
sesaat jiwa membuncah, membiru bagai langit tanpa awan
alida....
sudilah menungguiku sejenak
untuk bertemu di kawat-kawat berpilin
yang membuat jarak seperti kertas tipis
alida....
mengapa selalu kau tinggalkan aku
saat aku ingin mengenangmu
untuk berbincang sejenak tentang langit, batu, gunung, dan ilalang
alida....
alida....
kapan lagi kita bertemu?
MSW
yogya, 2 Agustus 2006
19:42
sajak kerinduan seorang sahabat
Tuesday, August 01, 2006
agar menjadi
tahukan kau, mengapa aku selalu ingin tahu
tentang semua sisi gelapmu
agar bisa kuingatkan tentang batas tabiat
yang terkadang meregang antara nyata dan maya
tahukah kau, mengapa aku jadikan kau musuh
agar tak ada secuil ragu dan bias prasangka
saat kita nanti menjadi teman abadi
tahukah kau, mengapa aku selalu merindumu
agar kita bisa bertemu, berbincang tentang alam, batu, hutan, awan, dan ilalang
agar kita bisa menjadi manusia baru
sempurna sepenuhnya dari lara dan nestapa
sajak buat sahabat
yogya, 1 Agustus 2006
tentang semua sisi gelapmu
agar bisa kuingatkan tentang batas tabiat
yang terkadang meregang antara nyata dan maya
tahukah kau, mengapa aku jadikan kau musuh
agar tak ada secuil ragu dan bias prasangka
saat kita nanti menjadi teman abadi
tahukah kau, mengapa aku selalu merindumu
agar kita bisa bertemu, berbincang tentang alam, batu, hutan, awan, dan ilalang
agar kita bisa menjadi manusia baru
sempurna sepenuhnya dari lara dan nestapa
sajak buat sahabat
yogya, 1 Agustus 2006
Monday, March 20, 2006
sudut indah mata
mungkinkah matamu yang indah
sedang memerangkapku
menjebak dengan tatapan menggoda
seakan ingin menyerahkan semua
sedang memerangkapku
menjebak dengan tatapan menggoda
seakan ingin menyerahkan semua
Monday, February 20, 2006
opposite Siti Nurbaya
biarkan aku ceritakan pada kalian tentang kisah sedih sejoli, yang tiba-tiba berdiri tembok kokoh diantara keduanya
Ari gadis manis berkerudung, yang baru lulus sebuah perguruan tinggi. Adalah adik satu tingkat Ari yang bernama Irwan, naksir padanya. Singkat cerita keduanya jadi pasangan. Meski masih kuliah, Irwan selalu setia, mengantar Ari ke mana hendak pergi. Cari kerja, mengikuti tes wawancara, sampai akhirnya Ari dapat kerja, Irwan tetap menjadi sopir pribadi bagi Ari. Saat Ari dapat pekerjaan di kota lain yang jaraknya 200 km, Irwan tetap berjuang antar jemput kekasihnya itu setiap akhir pekan.
Janji pun terucap, Irwan ingin segera lulus, bekerja dan mempersunting Ari, gadis pujaaannya. Karena memang tergolong cerdas, IP Kumulatif Irwan pada semester terakhirnya 3,98, tak sulit untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliah, dan mendaftar ujian skripsi. Diantara teman seangkatannya, Irwan memang yang pertama kali yang akan menempuh ujian skripsi.
Satu hari, malam sebelum Irwan mengikuti ujian skripsi, datanglah ia ke rumah Ari. Di sana ternyata sudah menunggu ayah sang kekasih. Bincang-bincang antara calon menantu dan calon mertua itu banyak membahas soal keduanya.
Sampailah pembicaraan mengenai rencana pasangan itu. Dan berkatalah sang calon mertua. "Dalam perhitungan Jawa, anak nomor tiga dan nomor satu tak baik untuk berumah tangga,"katanya. Memang Ari adalah anak pertama, sedang Irwan anak ke tiga. Dalam perhitungan Jawa yang diyakini sang calon mertua, keduanya bakalan tak bisa bersatu. Pamali. Tabu untuk bersanding. Mungkin bila keduanya dipersatukan, hitungannya jadi angka 13, angka sial.
Tentunya, dengan segudang alasan, Irwan menolak argumen itu. "Dalam agama kita, tak ada pantangan semacam itu,"bantahnya.
Orang tua Ari, sang ayah, tetap bersikukuh. "Ari adalah anakku, yang kupelihara sejak lahir. Tapi bila kalian tetap ingin melanjutkan hubungan ini, sampai kapanpun aku takkan merestuinya."
Bagai disengat aliran listrik 220 volt, Irwan pun menentukan sikap. Tak ingin ganjalan hati orang tua menjadi bencana di kemudian hari, dia pun bersedia memenuhi keinginan ayah Ari. Rela berpisah dengannya malam itu juga. "Baiklah, semoga keputusan ini membawa kebahagian bagi dik Ari. Aku lebih baik berpisah dengannya, dari pada ia sengsara bersamaku nanti,"begitu ucapan tersendat Irwan kala itu.
Dengan diiringi rintihan kepedihan hati sang kekasih, dan derai airmata ibu, serta dua adik Ari, Irwan pamit.
Dalam hati Irwan hanya ada satu tujuan, besok adalah hari besarnya. Langkahnya ditentukan esok pagi, dihadapan para dosen penguji.
Ari baginya sudah menjadi bagian dari masa lalu.
Hasilnya Irwan memperoleh cumlaude, atas indeks prestasinya selama kuliah.
Sungguh satu ironi, seorang anak dengan kepandaian dan potensi seperti ini harus tersingkir dari belahan hatinya oleh satu kepercayaan kuno, yang tak pernah dia dapatkan selama bersekolah.
nah, sebuah cerita yang 99% fakta
nama-nama yang dipakai tentu saja kalian pikir sendiri kebenarannya.
jadi apa komentar kalian?
Ari gadis manis berkerudung, yang baru lulus sebuah perguruan tinggi. Adalah adik satu tingkat Ari yang bernama Irwan, naksir padanya. Singkat cerita keduanya jadi pasangan. Meski masih kuliah, Irwan selalu setia, mengantar Ari ke mana hendak pergi. Cari kerja, mengikuti tes wawancara, sampai akhirnya Ari dapat kerja, Irwan tetap menjadi sopir pribadi bagi Ari. Saat Ari dapat pekerjaan di kota lain yang jaraknya 200 km, Irwan tetap berjuang antar jemput kekasihnya itu setiap akhir pekan.
Janji pun terucap, Irwan ingin segera lulus, bekerja dan mempersunting Ari, gadis pujaaannya. Karena memang tergolong cerdas, IP Kumulatif Irwan pada semester terakhirnya 3,98, tak sulit untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliah, dan mendaftar ujian skripsi. Diantara teman seangkatannya, Irwan memang yang pertama kali yang akan menempuh ujian skripsi.
Satu hari, malam sebelum Irwan mengikuti ujian skripsi, datanglah ia ke rumah Ari. Di sana ternyata sudah menunggu ayah sang kekasih. Bincang-bincang antara calon menantu dan calon mertua itu banyak membahas soal keduanya.
Sampailah pembicaraan mengenai rencana pasangan itu. Dan berkatalah sang calon mertua. "Dalam perhitungan Jawa, anak nomor tiga dan nomor satu tak baik untuk berumah tangga,"katanya. Memang Ari adalah anak pertama, sedang Irwan anak ke tiga. Dalam perhitungan Jawa yang diyakini sang calon mertua, keduanya bakalan tak bisa bersatu. Pamali. Tabu untuk bersanding. Mungkin bila keduanya dipersatukan, hitungannya jadi angka 13, angka sial.
Tentunya, dengan segudang alasan, Irwan menolak argumen itu. "Dalam agama kita, tak ada pantangan semacam itu,"bantahnya.
Orang tua Ari, sang ayah, tetap bersikukuh. "Ari adalah anakku, yang kupelihara sejak lahir. Tapi bila kalian tetap ingin melanjutkan hubungan ini, sampai kapanpun aku takkan merestuinya."
Bagai disengat aliran listrik 220 volt, Irwan pun menentukan sikap. Tak ingin ganjalan hati orang tua menjadi bencana di kemudian hari, dia pun bersedia memenuhi keinginan ayah Ari. Rela berpisah dengannya malam itu juga. "Baiklah, semoga keputusan ini membawa kebahagian bagi dik Ari. Aku lebih baik berpisah dengannya, dari pada ia sengsara bersamaku nanti,"begitu ucapan tersendat Irwan kala itu.
Dengan diiringi rintihan kepedihan hati sang kekasih, dan derai airmata ibu, serta dua adik Ari, Irwan pamit.
Dalam hati Irwan hanya ada satu tujuan, besok adalah hari besarnya. Langkahnya ditentukan esok pagi, dihadapan para dosen penguji.
Ari baginya sudah menjadi bagian dari masa lalu.
Hasilnya Irwan memperoleh cumlaude, atas indeks prestasinya selama kuliah.
Sungguh satu ironi, seorang anak dengan kepandaian dan potensi seperti ini harus tersingkir dari belahan hatinya oleh satu kepercayaan kuno, yang tak pernah dia dapatkan selama bersekolah.
nah, sebuah cerita yang 99% fakta
nama-nama yang dipakai tentu saja kalian pikir sendiri kebenarannya.
jadi apa komentar kalian?
Thursday, February 16, 2006
sebulan lalu
wah dah satu bulan pas, aku nggak nulis di blog ini.
sebenarnya pengin sering2 nulis, tapi nggak sempat dan males lagi, he..he..
ini ada sebuah sajak
judulnya : makam puncak bukit
sebuah makam besar
di pucuk bukit kelam
memantulkan kenangan kebesaran
tentang kejayaan
tentang kemuliaan
letaknya
di atas punggung berkeringat
petani-petani yang tertimbun gabah mandul
akibat harga pupuk yang tak mau mendarat
karena alat navigasinya rusak
diserang beras impor negeri tetangga
kerabatnya
kini tiarap
ada yang dipenjara
ada yang kata dokter sakit
ada pula yang selingkuh dengan artis
makam besar di ujung bukit
isimu nanti
jasad raja dari abad lalu
yang terlupa karena roda
tlah menggelinding menggilas jasa
sebenarnya pengin sering2 nulis, tapi nggak sempat dan males lagi, he..he..
ini ada sebuah sajak
judulnya : makam puncak bukit
sebuah makam besar
di pucuk bukit kelam
memantulkan kenangan kebesaran
tentang kejayaan
tentang kemuliaan
letaknya
di atas punggung berkeringat
petani-petani yang tertimbun gabah mandul
akibat harga pupuk yang tak mau mendarat
karena alat navigasinya rusak
diserang beras impor negeri tetangga
kerabatnya
kini tiarap
ada yang dipenjara
ada yang kata dokter sakit
ada pula yang selingkuh dengan artis
makam besar di ujung bukit
isimu nanti
jasad raja dari abad lalu
yang terlupa karena roda
tlah menggelinding menggilas jasa
Tuesday, January 17, 2006
iseng
bayangkan bila Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh orang yang iseng.
atau bali diledakkan hanya karena ada teroris iseng.
caba pikir juga, bila ada wanita yang diperkosa karena ada lelaki iseng.
mahasiswa ditembak karena ada tentara iseng.
lalu bagaimana kira2, kalau Tuhan membuat dunia hanya karena iseng saja,
waaaaah, mungkin saja Adam dan Hawa turun ke bumi juga karena keisengan Tuhan.
Yang jelas, kalau kita menjadi obyek keisengan, pastilah nggak akan enak rasa,
pengen muntah, mencaci, mengumpat, atau malah memukuli orang yang berbuat iseng pada kita.
akibat keisengan memang bisa berbagai macam, dari sakit hati, menangis, hingga bunuh diri, bahkan dunia bisa kiamat kalau saja ada ilmuwan menciptakan reaksi berantai dari uranium yang bisa membelah bumi karena sedang patah hati misalnya.
ya tentunya dunia jadi berwarna, penuh dengan warna iseng yang hitam, kuning, merah, hijau, abu-abu, dan jingga
atau bisa saja ada orang yang hanya tertawa, melihat teman2nya terlibat keisengan satu sama lain
iseng dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti berbuat atau mengerjakan sesuatu supaya jangan menganggur, sekedar main-main, tidak bersungguh-sungguh
jadi kalau anda jadi obyek keisengan, ya jangan di masukkan ke hati, tapi anggap itu hanya lelucon yang tak lucu yang dilakukan oleh orang yang tak punya keberanian, karena tak bersungguh-sungguh dalam berbuat.
--end
esai untuk teman yang diisengi teman lain
atau bali diledakkan hanya karena ada teroris iseng.
caba pikir juga, bila ada wanita yang diperkosa karena ada lelaki iseng.
mahasiswa ditembak karena ada tentara iseng.
lalu bagaimana kira2, kalau Tuhan membuat dunia hanya karena iseng saja,
waaaaah, mungkin saja Adam dan Hawa turun ke bumi juga karena keisengan Tuhan.
Yang jelas, kalau kita menjadi obyek keisengan, pastilah nggak akan enak rasa,
pengen muntah, mencaci, mengumpat, atau malah memukuli orang yang berbuat iseng pada kita.
akibat keisengan memang bisa berbagai macam, dari sakit hati, menangis, hingga bunuh diri, bahkan dunia bisa kiamat kalau saja ada ilmuwan menciptakan reaksi berantai dari uranium yang bisa membelah bumi karena sedang patah hati misalnya.
ya tentunya dunia jadi berwarna, penuh dengan warna iseng yang hitam, kuning, merah, hijau, abu-abu, dan jingga
atau bisa saja ada orang yang hanya tertawa, melihat teman2nya terlibat keisengan satu sama lain
iseng dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti berbuat atau mengerjakan sesuatu supaya jangan menganggur, sekedar main-main, tidak bersungguh-sungguh
jadi kalau anda jadi obyek keisengan, ya jangan di masukkan ke hati, tapi anggap itu hanya lelucon yang tak lucu yang dilakukan oleh orang yang tak punya keberanian, karena tak bersungguh-sungguh dalam berbuat.
--end
esai untuk teman yang diisengi teman lain
Friday, January 06, 2006
pusaran nasib
berapa gaji kamu, berapa gajiku
aku tak punya gaji!!!
Pendapatan DPR katanya hampir 15 juta per bulan. Gaji dewan gubernur Bank Indonesia di atas 150 jutaan per bulan. Gaji Presiden dan wakilnya sekitar 50 juta hingga 60 juta.
Fantastis memang. Bila dibanding dengan pendapatan petani, buruh kasar, apalagi para penganggur yang berserakan di seantero negeri yang jumlahnya hampir 15 % dari angkatan kerja. Paling-paling pendapatan para proletar itu nggak nyampe 1 juta perbulan.
Coba lihat para penerima gaji gede itu, mereka rata-rata hidup di ibu kota. Belum lagi para eksekutif perusahaan top. Putaran pendapatan tinggi tentunya hanya bisa ditemukan di pusat negeri.
Nah, pastinya mereka membelanjakan uangnya juga di ibukota. Jadi tak aneh, kalau banyak warga negeri yang berbondong-bondong pergi ke sana, sekedar untuk mendapat ludahan gaji para eksekutif itu.
Lalu dari mana DPR, boss BI, Presiden dan wakilnya dapat gaji? Ya dari negara, tapi negara dari mana uangnya? Ya dari rakyat. Rakyat yang mana? rakyat yang ada di desa-desa, yang pendapatannya nggak sampai sejuta tentunya.
Oooo, sebuah ironi, rakyat di desa kerja keras buat para pemimpinnya. Sementara pemimpin dapat kesejahteraan, tetap saja para buruh, petani, dan penganggur bersahabat dengan kemelaratan.
Ketika para pemimpin naik kendaraan mengilap menuju acara gala dinner, yang makanannya ala manca, rakyat negeri ini tidur lelap dengan perut keroncongan. Lalu tiba-tiba tanah roboh menimpa rumah mereka yang terbuat dari bambu. Binasalah mereka!!!
Uhhh, sebuah lawakan yang selalu berulang. Entah kapan akan berhenti.
Jadi apa yang diperlukan negeri ini, sebuah pemerataan? dari mana mulainnya. Semuanya sudah berebut, semuanya seperti singa dan serigala. Hukum rimba pun dipaksakan. Siapa kaya, siapa punya kenalan dengan pemegang sumber daya kekuasaan, dialah pemenangnya.
Hmmmm, jadilah yang lemah menjadi sirna di pusat pusaran nasib. Yang deras tanpa ampun melalap siapa saja yang tak punya pengait, untuk mempertahankan badan dari tarikan nasib buruk yang mematikan.
Jadi mau ke mana kita sekarang?
aku tak punya gaji!!!
Pendapatan DPR katanya hampir 15 juta per bulan. Gaji dewan gubernur Bank Indonesia di atas 150 jutaan per bulan. Gaji Presiden dan wakilnya sekitar 50 juta hingga 60 juta.
Fantastis memang. Bila dibanding dengan pendapatan petani, buruh kasar, apalagi para penganggur yang berserakan di seantero negeri yang jumlahnya hampir 15 % dari angkatan kerja. Paling-paling pendapatan para proletar itu nggak nyampe 1 juta perbulan.
Coba lihat para penerima gaji gede itu, mereka rata-rata hidup di ibu kota. Belum lagi para eksekutif perusahaan top. Putaran pendapatan tinggi tentunya hanya bisa ditemukan di pusat negeri.
Nah, pastinya mereka membelanjakan uangnya juga di ibukota. Jadi tak aneh, kalau banyak warga negeri yang berbondong-bondong pergi ke sana, sekedar untuk mendapat ludahan gaji para eksekutif itu.
Lalu dari mana DPR, boss BI, Presiden dan wakilnya dapat gaji? Ya dari negara, tapi negara dari mana uangnya? Ya dari rakyat. Rakyat yang mana? rakyat yang ada di desa-desa, yang pendapatannya nggak sampai sejuta tentunya.
Oooo, sebuah ironi, rakyat di desa kerja keras buat para pemimpinnya. Sementara pemimpin dapat kesejahteraan, tetap saja para buruh, petani, dan penganggur bersahabat dengan kemelaratan.
Ketika para pemimpin naik kendaraan mengilap menuju acara gala dinner, yang makanannya ala manca, rakyat negeri ini tidur lelap dengan perut keroncongan. Lalu tiba-tiba tanah roboh menimpa rumah mereka yang terbuat dari bambu. Binasalah mereka!!!
Uhhh, sebuah lawakan yang selalu berulang. Entah kapan akan berhenti.
Jadi apa yang diperlukan negeri ini, sebuah pemerataan? dari mana mulainnya. Semuanya sudah berebut, semuanya seperti singa dan serigala. Hukum rimba pun dipaksakan. Siapa kaya, siapa punya kenalan dengan pemegang sumber daya kekuasaan, dialah pemenangnya.
Hmmmm, jadilah yang lemah menjadi sirna di pusat pusaran nasib. Yang deras tanpa ampun melalap siapa saja yang tak punya pengait, untuk mempertahankan badan dari tarikan nasib buruk yang mematikan.
Jadi mau ke mana kita sekarang?
Tuesday, January 03, 2006
kembali
menginjak ke titik awal lagi
dimana semangat, harapan, dan usaha
diperbaharui
hidup mesti diputar kembali
lebih kencang
lebih deras
lebih dasyat
tentunya
ada wajah lain yang juga perlu diperbarui
bagian hati
hubungan dengan illahi
perlu dipertebal
aksi dan do'a
dua teman yang harus diakrabi
dimana semangat, harapan, dan usaha
diperbaharui
hidup mesti diputar kembali
lebih kencang
lebih deras
lebih dasyat
tentunya
ada wajah lain yang juga perlu diperbarui
bagian hati
hubungan dengan illahi
perlu dipertebal
aksi dan do'a
dua teman yang harus diakrabi
Sunday, January 01, 2006
mawar surga
'taburi aku dengan mawar surga'
begitu pesanmmu
sebelum kau pergi bersama Isroil
kini hampir tak tersisa lagi bayang
atas semua kenangan
saat kau ada
namun roh mu tetap kami sisihkan
dalam sudut hati
di sisa-sisa hari
tak lupa kami ukir pesan terakhir itu
di batu nisanmu
sebagai pengingat
agar kami selalu mengirimmu
untaian mawar surga
dari do'a
yang terpanjat
semoga mawar surga
selalu menjadi pembimbing
kami dan dirimu
-----
mengenang dear sister tercinta
1 januari 2003 - 1 januari 2006
begitu pesanmmu
sebelum kau pergi bersama Isroil
kini hampir tak tersisa lagi bayang
atas semua kenangan
saat kau ada
namun roh mu tetap kami sisihkan
dalam sudut hati
di sisa-sisa hari
tak lupa kami ukir pesan terakhir itu
di batu nisanmu
sebagai pengingat
agar kami selalu mengirimmu
untaian mawar surga
dari do'a
yang terpanjat
semoga mawar surga
selalu menjadi pembimbing
kami dan dirimu
-----
mengenang dear sister tercinta
1 januari 2003 - 1 januari 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)